PROYEK Strategis Nasional (PSN) di Pulau Rempang digadang-gadang akan berdampak positif investasi bagi masyarakat setempat.
Namun, Di balik optimisme tersebut, banyak pihak mempertanyakan sejauh mana keuntungan ini benar-benar akan dirasakan oleh masyarakat lokal.
Narasi UMKM dan Pekerjaan Lokal: Antara Janji dan Realita
Kabiro Humas dan Protokol Badan Pengusahaan Batam, Ariastuty Sirait beberapa waktu lalu menyatakan, bahwa investasi di Pulau Rempang akan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok global.
“UMKM akan sangat hidup. Semua proses ini akan melibatkan UMKM,” sebutnya.
Namun, skeptisisme muncul mengingat pengalaman serupa di banyak proyek besar di Indonesia, di mana UMKM hanya menjadi ornamen dalam narasi pembangunan tanpa keterlibatan yang signifikan.
“Seringkali yang terjadi adalah perusahaan besar mendominasi, sementara UMKM hanya mendapatkan peran kecil dalam rantai ekonomi,” ungkap seorang aktivis lokal yang enggan disebutkan namanya.
Ia khawatir bahwa retorika ini hanya untuk meredam protes masyarakat yang lahannya terancam digusur.
Masyarakat Lokal Berpotensi Tersisih
Meskipun investasi sering disebut sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, kenyataannya dampak langsung terhadap masyarakat lokal tidak selalu positif.












