Ape KesahOpiniZona Headline

Janji Manis Proyek Rempang: Peluang untuk UMKM atau Sekadar Retorika?

420
×

Janji Manis Proyek Rempang: Peluang untuk UMKM atau Sekadar Retorika?

Share this article
Pulau Rempang. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Pengamat ekonomi Ronny P. Sasmita memang mengungkapkan bahwa investasi memberikan peluang lapangan kerja dan transfer teknologi.

Namun, kenyataannya, masyarakat lokal sering kali kalah bersaing dengan tenaga kerja yang lebih terampil dari luar daerah.

“Apakah masyarakat lokal benar-benar siap untuk bersaing di pasar kerja baru ini? Tanpa pelatihan dan pendampingan yang serius, mereka hanya akan menjadi penonton dalam proyek besar ini,” kata seorang akademisi di Batam yang tidak mau disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Pulau Panjang Subi Segera Masuk Rute Angkutan Laut Perintis

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Terabaikan

Di luar janji-janji ekonomi, proyek besar seperti ini seringkali menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat lokal.

Penggusuran lahan, degradasi lingkungan, hingga potensi konflik sosial menjadi ancaman nyata yang tidak banyak dibahas oleh pihak pengembang.

“Masyarakat yang tinggal di Pulau Rempang terancam kehilangan identitas dan sumber penghidupan tradisional mereka. Apa artinya lapangan kerja baru jika mereka harus meninggalkan rumah dan tanah leluhurnya?” ujar seorang aktivis lingkungan yang memantau perkembangan proyek tersebut.

BACA JUGA:  Pencari Kepiting Hilang di Pulau Sunyut Natuna, Tim SAR Gabungan Sisir Lokasi Kejadian

Narasi Pembangunan untuk Siapa?

Investasi di Pulau Rempang, yang diproyeksikan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, justru berpotensi menciptakan jurang ketimpangan baru.