BintanHotel dan RestoranWisataZona Headline

Hartmony di Bintan Resorts, Suguhkan Degung Kawih dan Ogoh-Ogoh Bali

201
×

Hartmony di Bintan Resorts, Suguhkan Degung Kawih dan Ogoh-Ogoh Bali

Share this article
Penyelenggaraan festival ini bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi yang identik dengan prosesi Ogoh-Ogoh sehari sebelumnya, menambahkan nuansa khusus dari festival seni budaya ini bagi pengunjung. (Foto: ist/Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Bintan – Bintan Resorts menggelar Hartmony di Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong selama dua hari yaitu 9-10 Maret 2024.

Hartmony ini dipenuhi dengan rangkaian pertunjukan yang menggabungkan kekayaan seni budaya Sunda dan Bali.

Ketua Panitia Hartmony, I Wayan Santika mengatakan festival ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah persembahan keindahan harmoni kolaborasi antara dua budaya dari komunitas Sunda dan Bali yang ada di Pulau Bintan.

BACA JUGA:  Lolos dari Maut! Detik-detik Mario Berjuang Berenang ke Tepian Usai Loncat dari Jembatan Barelang

“Tentunya dalam acara ini juga melibatkan banyak pelaku seni, UMKM, masyarakat, dan tentu saja Lagoi Bay kawasan wisata Bintan Resorts sebagai tempat penyelenggaraan,” ujar I Wayan Santika, Sabtu (9/3/2024).

Tujuan utama acara ini adalah memperkenalkan seni dan budaya Indonesia melibatkan komunitas lokal kepada wisatawan mancanegara.

Lokasi wisata yang dipilih sangat penting karena menjadi wadah untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pengunjung internasional.

BACA JUGA:  Pulang Mabuk Bawa Gandengan Baru, WNA di Batam Nyaris Dibakar Motornya Sama Mantan Istri

Penyelenggaraan festival ini bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi yang identik dengan prosesi Ogoh-Ogoh sehari sebelumnya, menambahkan nuansa khusus dari festival seni budaya ini bagi pengunjung.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Bintan yang memberikan support bagi umat agama Hindu untuk menggelar acara ini. Begitu juga dengan Bintan Resorts yang memberikan ruang sebesarnya bagi Umat Hindu dalam menyediakan rumah ibadah dan acara seperti ini,” beber pria yang menjadi penduduk Kabupaten Bintan sejak 1997.