Di hari pertama, Sabtu (9/3/2024) acara dimulai dengan berbagai pertunjukan seni budaya Sunda, mulai dari gamelan Degung Kawih, Tari Jaipong, Tari Kontemporer Sunda, Rampak Kendang, hingga Musik Arumba.
Lalu dilanjutkan dengan persembahan Tari Pendet dan Tari Cendrawasih yang merupakan seni budaya Bali.
“Keesokan harinya, Minggu (10/3/2024) semua rangkaian acara ditutup dengan prosesi dan pembakaran Ogoh-Ogoh yang menandai dimulainya tahun baru Saka 1946 atau hari Nyepi,” sebutnya.
Prosesi Ogih-Ogoh ini tentu memberikan pengalaman yang spektakuler bagi para pengunjung, menambah kesan yang tak terlupakan dari festival seni dan budaya Hartmony ini.
Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang kekayaan seni dan budaya Indonesia, tetapi juga mengabadikan momen yang penuh makna bagi para wisatawan yang menghadiri acara ini di Bintan Resorts.
“Pengunjung kawasan ini sangat antusias menyaksikan acara ini,,” katanya.
Perwakilan Paguyuban Sunda di Kota Tanjungpinang, Uus Kusdinar, menambahkan dalam acara ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni saja. Tetap dalam dua hari ini juga dihiasi dengan pameran seni lukis tangan seniman dari Pulau Batam dan Bintan.
Selain itu, berbagai gerai kerajinan tangan, produk fashion, dan kuliner turut meramaikan acara, di antaranya oleh UMKM Bintan Bekarya binaan Bintan Resorts, Yayasan Lentera Difa, Wak Lebon Handmade, Sehati Mekar, Nasi Khas Bali, D’jamu, Madu Goerindam, dan banyak lagi.









