“Kebutuhan telur saat ini meningkat tajam, terutama dengan beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pembangunan pabrik ini, kita targetkan harga telur dapat ditekan karena produksi sudah ada di depan mata, bukan lagi kiriman dari jauh,” tegas Cen Sui Lan.
Proyek ambisius ini rencananya akan didanai melalui skema kerja sama antara Danantara dengan pihak swasta. Keterlibatan investor profesional diharapkan mampu menjaga efisiensi produksi sehingga harga jual telur ke masyarakat tetap rendah dan stabil.
Tak hanya untuk kebutuhan domestik, Natuna juga diproyeksikan menjadi “lumbung telur” bagi wilayah tetangga seperti Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain menstabilkan harga, proyek ini dipastikan akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang besar.













