Gudangberita.co.id, Natuna – Kabupaten Natuna kini berada dalam bayang-bayang ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Data terbaru menunjukkan grafik kejadian yang terus menanjak tajam dalam tiga tahun terakhir, memaksa Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan status Siaga Satu guna mengantisipasi bencana yang lebih besar pada musim kemarau 2026.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengambil langkah cepat dengan memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Kantor Bupati, Bukit Arai, Rabu (25/3/2026). Rapat ini menjadi momentum krusial bagi seluruh jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyatukan kekuatan sebelum api meluas.

Bukan tanpa alasan status siaga ini ditetapkan. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran Natuna menyajikan potret mengkhawatirkan mengenai eskalasi titik api di wilayah ini:
2023: 72 Kejadian
2024: 114 Kejadian (Naik 58%)
2025: 124 Kejadian (Terus merangkak naik)
2026 (Hingga Maret): 52 Kejadian
Jika tren di kuartal pertama 2026 ini tidak ditekan, Natuna diprediksi akan mencatat rekor kebakaran tertinggi dalam sejarahnya.
“Langkah yang diambil harus tepat dan sesuai prosedur. Rakor ini sekaligus evaluasi dan penyusunan strategi ke depan. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, koordinasi harus terpadu,” tegas Bupati Cen Sui Lan di hadapan pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan.













