NatunaZona Headline

Natuna Siapkan 500 Hektare Kebun Kelapa Baru, Cen Sui Lan: Petani Dapat Bantuan Rp2 Juta per Hektare

322
×

Natuna Siapkan 500 Hektare Kebun Kelapa Baru, Cen Sui Lan: Petani Dapat Bantuan Rp2 Juta per Hektare

Share this article
Perkebunan kelapa
Perkebunan kelapa. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna melakukan langkah progresif untuk membangkitkan kembali sektor perkebunan kelapa yang menjadi primadona daerah. Tahun ini, sebanyak 500 hektare lahan perkebunan kelapa baru akan dibuka guna mendongkrak populasi dan produktivitas yang sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di sela-sela mendampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam peluncuran bantuan ketahanan pangan di Gudang Bulog Ranai, Minggu (5/4/2026).

BACA JUGA:  Senyum Warga Batubi Segera Rekah, Bupati Natuna Pastikan Legalitas Tanah LU2 Tahun Ini

Stimulus Pembersihan Lahan bagi Petani

Program pembukaan lahan ini menyasar langsung para petani lokal yang memiliki lahan pribadi namun belum tergarap maksimal. Untuk meringankan beban awal, pemerintah menyiapkan bantuan finansial sebagai stimulan.

“Tahun ini ada 500 hektare yang dibuka dan diserahkan kepada petani yang punya lahan. Setiap hektare akan mendapatkan bantuan Rp2 juta untuk biaya pembersihan (land clearing),” tegas Cen Sui Lan.

Langkah ini dinilai strategis mengingat biaya pembukaan lahan seringkali menjadi hambatan utama bagi petani kecil di Natuna untuk memulai produksi.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Ungkap Penyebab Minimnya Pembangunan di Kecamatan dan Desa Natuna

Peluang Industri: Kebutuhan 200 Ribu Ton

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemkab Natuna tersebut. Menurutnya, potensi pasar kelapa saat ini sangat menjanjikan, terutama untuk menyuplai industri pengolahan.

“Peluang pasar kelapa masih terbuka lebar. Salah satunya berasal dari kebutuhan industri pengolahan yang mencapai hingga 200 ribu ton. Ini adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh petani lokal kita di Natuna,” ujar Ansar.