NatunaZona Headline

Enam Bupati Natuna dari Masa ke Masa: Antara Pembangunan, Kekuasaan, dan Bayang-bayang Korupsi

893
×

Enam Bupati Natuna dari Masa ke Masa: Antara Pembangunan, Kekuasaan, dan Bayang-bayang Korupsi

Share this article
Kantor Bupati Natuna. (ilustrasi)
banner 468x60

Natuna bukan sekadar gugusan pulau di tapal batas utara Indonesia. Kabupaten kepulauan yang strategis ini adalah wajah kedaulatan negara di Laut Natuna Utara—dan di balik dinamika geopolitik itu, terdapat sejarah panjang kepemimpinan daerah yang penuh capaian, tarik-ulur kekuasaan, serta kontroversi hukum.

Sejak resmi menjadi kabupaten setelah Provinsi Kepulauan Riau terbentuk, Natuna telah dipimpin oleh enam bupati dengan karakter dan warisan kepemimpinan yang sangat kontras. Dari birokrat tulen, politisi senior, hingga kepala daerah yang sempat mendekam di penjara akibat korupsi, perjalanan Natuna adalah potret mini perjalanan demokrasi lokal Indonesia.

BACA JUGA:  Cegah Penumpukan, Garuda dan Citilink Siapkan Belasan Extra Flight dari Batam

Abdul Hamid Rizal: Birokrat Senior, Dua Periode, Dua Wajah Kekuasaan

Hamid Rizal

Nama Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si tercatat sebagai Bupati Natuna pertama sekaligus satu-satunya yang menjabat dua periode tidak berurutan (2001–2006 dan 2016–2021). Kariernya dibangun dari bawah—staf kecamatan, camat di sejumlah wilayah, hingga Sekda Natuna.

Di periode awal, Hamid Rizal dikenal sebagai figur pembentuk fondasi birokrasi Natuna pascapemekaran. Namun, karier politiknya runtuh ketika KPK menjeratnya dalam kasus korupsi dana bagi hasil migas dan APBD senilai puluhan miliar rupiah. Vonis tiga tahun penjara yang berkekuatan hukum tetap sempat mengakhiri reputasinya.