harris
NatunaZona Headline

Enam Bupati Natuna dari Masa ke Masa: Antara Pembangunan, Kekuasaan, dan Bayang-bayang Korupsi

1097
×

Enam Bupati Natuna dari Masa ke Masa: Antara Pembangunan, Kekuasaan, dan Bayang-bayang Korupsi

Share this article
Kantor Bupati Natuna. (ilustrasi)
banner 468x60
Raja Amirullah

Masa jabatan Raja Amirullah sebagai Bupati Natuna (2010–2011) adalah salah satu yang terpendek dan paling kontroversial. Mantan wakil bupati ini terseret kasus korupsi pengadaan lahan fasilitas umum yang berujung vonis lima tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

Meski sempat bebas dalam perkara tunjangan rumah dinas DPRD, kasus lahan fasum menjadi pukulan telak bagi reputasi politiknya. Minimnya prestasi kebijakan yang terdokumentasi membuat namanya lebih dikenal karena proses hukum dibanding capaian pembangunan.

BACA JUGA:  Malam Minggu Bikin Kaget, Puluhan Polisi Mendadak Sisir Penginapan di Natuna Bawa Alat Tes Urine

Ilyas Sabli: Sekda Menjadi Bupati, Kembali Terjerat Hukum

Ilyas Sabli

Drs. H. Ilyas Sabli, M.Si, mantan Sekda Natuna hampir satu dekade, menjabat sebagai Bupati Natuna periode 2011–2016. Ia dikenal dekat dengan masyarakat adat dan sempat mendapat gelar kehormatan Datok Setia Amanah.

Namun, karier politiknya runtuh ketika Mahkamah Agung menjatuhkan vonis enam tahun penjara dalam kasus korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna yang merugikan negara Rp7,7 miliar. Putusan ini mengakhiri kiprahnya sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri.

BACA JUGA:  Sempat Diisukan Lumpuh Akibat Asap, Manajemen Bandara Hang Nadim Batam Akhirnya Buka Suara

Kepemimpinannya mencatat inisiatif dialog publik dan promosi potensi daerah, tetapi kembali menunjukkan pola berulang: pembangunan berjalan seiring lemahnya tata kelola anggaran.