Gudangberita.co.id, Natuna – Kelestarian Kekah Natuna (Presbytis natunae), satwa primata endemik yang menjadi lambang kekayaan hayati Kepulauan Riau, kini berada dalam kondisi kritis.
Jumlah populasi primata berwajah unik ini dilaporkan terus mengalami penyusutan signifikan, hingga menempatkan nasib mereka berada di ujung tanduk kepunahan.
Kondisi mengkhawatirkan ini menjadi agenda darurat dalam audiensi antara Bupati Natuna bersama sejumlah peneliti internasional dan pegiat konservasi primata di Ruang Kerja Bupati Natuna, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan data terbaru dari IUCN (International Union for Conservation of Nature), Kekah Natuna kini mengantongi status Vulnerable (Rentan) berdasarkan kriteria C1. Status ini disematkan karena jumlah populasi riil di alam liar yang sudah relatif sedikit dan trennya yang terus menurun akibat menyusutnya habitat alami.
Menyikapi ancaman nyata tersebut, para peneliti menyerahkan dokumen penting bertajuk Asian Langurs (Presbytis) Conservation Action Plan 2024–2034 kepada Pemerintah Kabupaten Natuna.
Dokumen dari organisasi konservasi dunia tersebut akan menjadi kompas dan cetak biru penanganan darurat untuk menyelamatkan spesies ini selama sepuluh tahun ke depan.













