BatamZona Headline

Disentil DPR RI, BP Batam dan Pemko Baru “Gerebek” 11 Titik Banjir

39
×

Disentil DPR RI, BP Batam dan Pemko Baru “Gerebek” 11 Titik Banjir

Share this article
Tim gabungan BP Batam dan Pemko Batam saat meninjau salah satu dari 11 titik saluran air dan drainase rawan banjir kronis di Batam.
Tim gabungan BP Batam dan Pemko Batam saat meninjau salah satu dari 11 titik saluran air dan drainase rawan banjir kronis di Batam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam— Masalah klasik banjir dan genangan air di Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam. Pasca mendapat sentilan dari Komisi VI DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta pada Rabu (17/6/2026), Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak melakukan peninjauan lapangan ke 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA:  Menilik Proyek Role Model Nasional di Rempang, Mengapa Warga Malah Menolak Sekolah Gratis?

Langkah yang diklaim sebagai “respons cepat” ini memicu pertanyaan publik mengenai sejauh mana efektivitas perencanaan infrastruktur Batam selama ini, mengingat titik-titik yang ditinjau merupakan kawasan vital yang sudah lama mengeluhkan masalah serupa.

Aksi turun ke lapangan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana.

BACA JUGA:  Sidang Lanjutan Pembunuhan Berencana Calon LC Batam Digelar 3 Agustus 2026, 4 Pelaku Terancam Hukuman Mati

Menariknya, peninjauan ini baru masif dilakukan setelah Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masif di Batam tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Untuk mengatasi persoalan yang kadung kompleks, BP Batam kali ini menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

BACA JUGA:  Pemko Batam Gaet Jeonju Vision College Korea, Buka Peluang Beasiswa dan Kerja Bagi Anak Muda

Sinergi ini dinilai krusial mengingat dualisme kewenangan pengelolaan ruang di Batam kerap menjadi kambing hitam lambatnya penanganan fasilitas publik seperti drainase.