Gudangberita.co.id, Batam— Masalah klasik banjir dan genangan air di Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam. Pasca mendapat sentilan dari Komisi VI DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta pada Rabu (17/6/2026), Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak melakukan peninjauan lapangan ke 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut, Kamis (18/6/2026).
Langkah yang diklaim sebagai “respons cepat” ini memicu pertanyaan publik mengenai sejauh mana efektivitas perencanaan infrastruktur Batam selama ini, mengingat titik-titik yang ditinjau merupakan kawasan vital yang sudah lama mengeluhkan masalah serupa.
Aksi turun ke lapangan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana.
Menariknya, peninjauan ini baru masif dilakukan setelah Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masif di Batam tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.
Untuk mengatasi persoalan yang kadung kompleks, BP Batam kali ini menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.
Sinergi ini dinilai krusial mengingat dualisme kewenangan pengelolaan ruang di Batam kerap menjadi kambing hitam lambatnya penanganan fasilitas publik seperti drainase.













