harris
HukumNatunaZona Headline

Diduga Serobot Lahan Warga, PT MMI Dilaporkan ke Polres Natuna

1346
×

Diduga Serobot Lahan Warga, PT MMI Dilaporkan ke Polres Natuna

Share this article
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Dugaan penyerobotan lahan kembali mencuat di Kabupaten Natuna. Warga Desa Kelarik Utara, Kecamatan Bunguran Utara, melaporkan PT Multi Mineral Indonesia (MMI) ke Polres Natuna atas dugaan penguasaan lahan pribadi tanpa izin dan tanpa ganti rugi.

Laporan tersebut diajukan oleh Baharudin melalui kuasa hukumnya, Muhajirin, SH. Kasus ini kini tengah ditangani Polres Natuna dan telah masuk tahap penyelidikan.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA

Muhajirin menjelaskan, pihaknya menerima kuasa dari klien pada awal November 2025 setelah muncul keluhan penggunaan lahan tanpa persetujuan pemilik sah.

“Kami menerima kuasa dan pada 2 November 2025 langsung melayangkan somasi kepada pimpinan PT MMI,” ujar Muhajirin, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, Baharudin memiliki sebidang tanah seluas sekitar 11.966 meter persegi atau hampir 1,2 hektare yang berlokasi di Jalan Ulu Timur RT 02/RW 03, Desa Kelarik Utara. Lahan tersebut telah mengantongi Sertifikat Hak Milik (SHM) sejak 2001.

BACA JUGA:  Meninggalkan Pola Lama, Ini Model Pembangunan Baru yang Bakal Diterapkan di Natuna

Namun, sejak Desember 2023, PT MMI diduga telah menguasai lahan tersebut secara sepihak tanpa izin pemilik, tanpa perjanjian sewa, maupun tanpa proses ganti rugi.

“Tanah klien kami sebelumnya berupa tanah kering. Saat ini kondisinya sudah berubah menjadi aliran sungai akibat pengerukan dan pembangunan bendungan untuk aktivitas pencucian pasir kuarsa,” ungkap Muhajirin.

BACA JUGA:  KIKA Soroti Dugaan Pemadaman Sinyal dan Listrik Saat Penggusuran Lahan di Rempang