Natuna

Cen Sui Lan Salurkan 1 Ton Pupuk dan 100 Kilogram Pestisida Serta Rp 20 Juta Untuk Petani Batubi

77
×

Cen Sui Lan Salurkan 1 Ton Pupuk dan 100 Kilogram Pestisida Serta Rp 20 Juta Untuk Petani Batubi

Share this article
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik menyalurkan bantuan kepada petani terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bunguran Batubi, Rabu, 29 April 2026.
Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik menyalurkan bantuan kepada petani terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bunguran Batubi, Rabu, 29 April 2026.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik menyalurkan bantuan kepada petani terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bunguran Batubi, Rabu, 29 April 2026.

Bantuan yang diberikan berupa 1 ton pupuk, 100 kilogram pestisida, serta uang tunai Rp20 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada sembilan petani yang tergabung dalam tiga kelompok tani: Nanas, Bernas Jaya, dan Sumber Rezeki.

BACA JUGA:  Grafik Merah Karhutla Natuna: Kasus Terus Naik, Bupati Cen Sui Lan Siaga Satu

Cen Sui Lan mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, meski nilainya belum sebanding dengan kerugian yang dialami petani.

“Kami datang untuk bersilaturahmi dan membawa sedikit bantuan. Mudah-mudahan bisa meringankan beban,” ujar Cen usai penyerahan bantuan.

Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pemulihan sektor pertanian, termasuk membantu petani mengolah kembali lahan yang terdampak kebakaran.

BACA JUGA:  Ironi 17 Persen: Mengapa Ekonomi Natuna Meroket Tapi Rakyat Belum Sejahtera?

Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan karhutla. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lahan dan memangkas rumput liar yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Seorang petani penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah. Ia mengatakan bantuan tersebut memberi harapan untuk kembali mengelola lahan yang sempat rusak akibat kebakaran.