Kedok memilukan ini terbongkar saat RL melempar foto-foto kondisi tragis anaknya ke grup WhatsApp Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam dengan narasi palsu bahwa RAL terluka akibat jatuh di kamar mandi.
Berdalih tidak bisa menarik penumpang karena harus menjaga anaknya yang sakit, RL dengan cepat menyematkan nomor rekening Dana untuk memeras empati rekan seprofesinya.
Beruntung, kejelian Satgas KOMANDO yang mencurigai pola luka tersebut memicu aksi evakuasi cepat lewat siasat membelikan es krim, yang akhirnya membuat korban berani menangis dan jujur bahwa dirinya telah disiksa secara brutal.
Kini, sang ibu tiri telah resmi mendekam di sel tahanan Polsek Sagulung dengan ancaman 5 tahun penjara setelah mengaku kerap memukuli korban menggunakan kayu, sapu, hingga mencakar dan menyundut tubuh mungil itu dengan rokok.
Sementara itu, gelombang desakan dari komunitas terus mengalir agar kepolisian bertindak profesional dan segera menahan sang ayah kandung.












