BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Di Balik Siasat ‘Es Krim’ yang Menyelamatkan Bocah 9 Tahun di Batam dari Neraka Rumah Tangga

16
×

Di Balik Siasat ‘Es Krim’ yang Menyelamatkan Bocah 9 Tahun di Batam dari Neraka Rumah Tangga

Share this article
ilustrasi
banner 468x60

Di sebuah ruangan di RSUD Embung Fatimah, Batam, suasana kini jauh lebih tenang bagi RAL. Tubuh mungilnya kini didekap oleh perawatan medis yang semestinya. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) bersama tim psikolog telah turun tangan, perlahan meraba dan menyembuhkan trauma serta psikis anak yang runtuh.

Mata kanan RAL yang sempat membengkak selama tiga hari hingga tidak bisa melihat, perlahan mulai bisa terbuka kembali. Di balik kelopak mata yang terluka itu, publik Batam menanti satu hal yang sempat dirampas darinya: binar kebahagiaan dan senyum polos seorang anak berusia 9 tahun yang berhak bermain tanpa harus ketakutan.

BACA JUGA:  Kronologi Insiden 6 Anak Tenggelam di Pantai Piwang, Dua Meninggal Dunia

Penderitaan fisik dan batin yang dialami RAL (9) di Kavling Kamboja, Sagulung, Batam, menjadi potret kelam hancurnya fungsi perlindungan di dalam keluarga. Bocah perempuan malang ini tidak hanya dipaksa menahan rasa sakit luar biasa akibat dijadikan samsak hidup oleh ibu tirinya, VJ (38), tetapi juga harus menerima kenyataan pahit dikhianati oleh darah dagingnya sendiri.

BACA JUGA:  Polda Kepri Gulung Jaringan Narkoba di Karimun: Mahasiswa Hingga Bandar Terpental dalam Operasi Maraton

Jeritan hati RAL semakin menyayat hati publik setelah terungkap bahwa air mata dan tubuh lebamnya justru dieksploitasi dan “dijual” oleh ayah kandungnya, RL, demi meraup keuntungan finansial lewat modus donasi.