- Susiwijono, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; dan
- Elen Setiadi, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menko Airlangga menitipkan bahwa ke depan, Batam harus mampu meningkatkan daya saing kawasan serta menata pengelolaan lahan yang semakin terbatas, dengan pengembangan ke Rempang, Galang, dan Galang Baru.
“Tata kelola lahan penting untuk kepastian investasi, sementara pelayanan investasi perlu dipermudah. Saya yakin Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia dapat melakukan koordinasi secara baik dengan berbagai stakeholder di Batam serta dengan kementerian/lembaga yang dapat di jembatani oleh Dewan Kawasan.” Kata Menko Airlangga.
Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat pertumbuhan ekonomi di Batam jauh di atas Provinsi Kepulauan Riau dan nasional. Berdasarkan data BPS, pada Tahun 2023 pertumbuhan Batam sebesar 7,04% sedangkan Kepulauan Riau sebesar 5,20% dan nasional sebesar 5,05%. Sedangkan untuk Tahun 2024 (Triwulan III), Batam mampu bertumbuh sebesar 7,50%.
Batam merupakan salah satu kota dengan penyerapan tenaga kerja terbaik, dimana sebanyak 656 ribu pekerja (70% dari jumlah penduduk usia kerja).
Tingkat pengangguran Batam pada Agustus 2024 sebesar 7,68% (tahun 2020 11,79%).
Nilai realisasi investasi tumbuh positif dengan capaian Rp6,931 triliun dengan rincian pada Triwulan III 2024 PMA mencapai Rp4,510 T, sementara PMDN sebesar Rp2,421 T.













