- Kembali ke Singapura
Usai suaminya balik ke Singapura. Selang beberapa hari, Rahimah kemudian juga bertolak ke sana, naik feri dari Batam bersama seorang rekan perempuannya pada 22 Maret.
Rekannya tidak tahu apa yang akan dilakukan Rahimah. Ia mengajak rekannya tersebut untuk liburan dan jalan-jalan. Mereka tiba di Singapore Cruise Centre sekitar pukul 6 sore (waktu Singapura) hari itu.
- Bepergian ke rumah suaminya di Singapura
Setelah tiba di Singapura, Rahimah mengatakan kepada rekannya bahwa dia perlu “bertemu dengan suaminya untuk mendapatkan beberapa dokumen”.
Kedua wanita itu kemudian pergi ke pusat jajanan di dekat kios suaminya di sepanjang Jalan Balam. Rahimah menyuruh rekannya untuk menunggunya di pusat jajanan tersebut.
Dia kemudian berganti kostum mengenakan gaun hitam dan mengenakan niqab.

Dengan menyamar seperti itu, Rahimah pergi ke kios suaminya dan mengintai daerah tersebut sebelum kembali berjumpa ke rekannya. Istilahnya ia ‘menggambar’ lokasi itu.
Kedua wanita itu kemudian bermalam di sebuah hotel di Geylang.
- Pagi hari penyerangan
Sekitar pukul 06.30 (waktu singapura) pagi keesokan harinya, Rahimah check out dari hotelnya dengan membawa termos yang telah diisinya dengan air mendidih.

Dia mengatakan kepada rekannya bahwa dia ingin bertemu dengan suaminya sebelum mereka kembali ke Batam.
Mengenakan penyamaran yang sama untuk menyembunyikan identitasnya, dia menunggu suaminya keluar rumah sekitar pukul 7:20 pagi.
Sekitar 10 menit kemudian, sang suami keluar dari rumahnya dan duduk di kursi depan, sambil mengikat tali sepatu.
Rahimah berlari ke arahnya dan memercikkan air mendidih ke punggungnya. Suaminya menjerit kesakitan, berdiri dan mencoba melepaskan baju. Sementara itu, Rahimah kabur dari tempat kejadian.
Anggota keluarga suaminya segera menelepon polisi untuk meminta bantuan.
Selanjutnya: Feri Rahimah Dicegat Kapal Coast Guard..













