NasionalZona Headline

Bahlil Ungkap Peran Tomy Winata di Proyek Rempang

188
×

Bahlil Ungkap Peran Tomy Winata di Proyek Rempang

Share this article
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. (ist)
banner 468x60

Sebelumnya Bahlil sempat menjelaskan, investasi itu dilakukan secara grup untuk sebuah kawasan industri yang terintegrasi, meski ia tak menyebutkan ada grup lain yang investasi di Rempang selain Xinyi.

Perusahaan yang dibangun Xinyi Grup, termasuk pabrik pemrosesan pasir silika, industri soda abu, industri kaca panel surya, industri kaca float, industri silicon industrial grade, industri presilicon, industri pemrosesan crystal, hingga industri cel dan modul surya dan lainnya.

BACA JUGA:  Investasi AI Data Center Rp88 Triliun di Batam Amankan Pasokan Listrik PLN, Siap Saingi Singapura-Johor

“Jadi tidak sendiri, ini Xinyi Group, dan ini kita bicara ekosistem. Karena ke depan kita bicara tentang green energy, hampir semua dunia itu butuh solar panel. 80% dari industrinya ini diekspor, made in Indonesia. Jadi ini bukan konsumsi dalam negeri 80% ekspor,” tegasnya.

Dengan adanya ekosistem pembangunan industri yang mengelola hilirisasi pasir kuarsa di Rempang, ia memastikan akan ada keuntungan ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Di antaranya dari sisi nilai tambah ekspor hingga peningkatan nilai tambah neraca perdagangan seperti hilirisasi nikel.

BACA JUGA:  Polisi Selidiki Penyebab Bus Jemaat HKBP Tembesi Terbalik di Tikungan Pantai Melur

“Keuntungan ekonominya kalau proses ini jalan, Pertama selama ini kita ekspor pasir silika dan pasir kuarsa ke luar negeri, ke China, Korea, ke mana. Ini kan sama dengan nikel. Dulu nikel kita larang ekspor, orang demo saya juga satu setengah bulan di sini,” ungkapnya.