NatunaZona Headline

Niat Cegah Stunting Malah Diare? Fakta Medis di Balik Pentol Berlendir MBG Natuna yang Viral

159
×

Niat Cegah Stunting Malah Diare? Fakta Medis di Balik Pentol Berlendir MBG Natuna yang Viral

Share this article
Warga di Ranai, Natuna mengeluhkan menu MBG untuk balita berupa pentol yang berlendir dan bau. (Foto: dok. warga)
banner 468x60

Keracunan Makanan Akut: Balita dapat mengalami muntah dan diare hebat dalam hitungan jam. Karena massa tubuh balita kecil, kehilangan sedikit cairan saja bisa menyebabkan dehidrasi berat.

Gastroenteritis (Infeksi Usus): Bakteri merusak dinding usus anak, menyebabkan demam tinggi dan kram perut yang hebat.

Ancaman Stunting: Alih-alih memberikan gizi, makanan basi justru memicu diare kronis. Kondisi ini membuat nutrisi terbuang percuma dan jika terjadi berulang, akan memperparah kondisi stunting pada anak.

BACA JUGA:  Bawa Ekonomi Anambas Tumbuh 15,54 Persen Tertinggi se-Kepri, Bupati Dato' Aneng Raih Anugerah Tokoh Inspiratif SMSI 2026

Sepsis: Dalam kasus paling ekstrem, bakteri dari makanan basi dapat masuk ke aliran darah (sepsis), yang merupakan kondisi darurat medis yang mengancam nyawa.

Pentingnya QC dan Higienitas

Kasus viral di Natuna menjadi pengingat keras bahwa rantai distribusi makanan matang (katering) memiliki titik kritis yang sangat pendek. Makanan protein seperti pentol yang dimasak pada pukul 11.00 WIB harus dikonsumsi maksimal dalam waktu 4 jam jika berada di suhu ruang.

BACA JUGA:  Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan CPMI Ilegal ke Malaysia di Pelabuhan Batam Centre, 1 Tersangka Ditangkap

Kelembapan tinggi di wilayah kepulauan seperti Natuna mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika distribusi meleset hingga malam hari, seperti yang dikeluhkan warga Pering, maka makanan tersebut secara otomatis menjadi produk berisiko tinggi.