Gudangberita.co.id, Batam – Praktik percaloan tiket di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur kembali memakan korban dengan kerugian yang fantastis. Seorang calon penumpang dilaporkan merugi hingga Rp900.000 setelah terjebak rayuan mafia tiket yang melibatkan oknum internal pelabuhan pada Sabtu (14/3/2026) lalu.
Terungkapnya kasus penipuan ini memicu reaksi keras dari Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau. Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, menyatakan bahwa insiden ini merupakan potret buruk pengawasan di pintu gerbang transportasi laut Batam.
Para pelaku berinisial MY, AM, dan RY diduga mengincar masyarakat yang sedang panik karena kehabisan tiket resmi di loket. Oknum internal ASDP tersebut kemudian menawarkan jasa memasukkan penumpang ke dalam kapal secara ilegal.
Bukannya membantu, para calo ini justru memeras calon penumpang dengan tarif selangit, yakni berkisar antara Rp400.000 hingga Rp500.000 per orang. Dalam kasus yang menimpa warga pada pertengahan Maret tersebut, total uang yang ludes mencapai hampir satu juta rupiah.
“Ini bukan sekadar kerugian materi, tapi juga ancaman keselamatan. Penumpang yang masuk lewat jalur ilegal tidak terjamin oleh Jasa Raharja. Jika terjadi risiko di laut, siapa yang akan bertanggung jawab?” tegas Lagat Siadari, Selasa (17/3/2026).













