NatunaZona Headline

“Kasihan yang Tak Punya Kulkas,” Curhat Pilu Orang Tua di Natuna Lihat Menu MBG Anaknya

277
×

“Kasihan yang Tak Punya Kulkas,” Curhat Pilu Orang Tua di Natuna Lihat Menu MBG Anaknya

Share this article
Penampakan menu MBG untuk kelas 3 SD di Bunguran Timur Laut, Natuna.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 2026 di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai menuai kritik dari masyarakat. Orang tua siswa mengeluhkan kualitas dan ketahanan menu yang dibagikan, yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Salah seorang orang tua siswa kelas 3 SD di Kecamatan Bunguran Timur Laut mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat menu yang dibawa pulang anaknya. Ia menyebutkan bahwa anaknya hanya menerima dua butir telur rebus dan satu cup puding.

BACA JUGA:  New Nagoya Disiapkan Jadi Magnet Wisata, Apa yang Salah dengan Old Nagoya?

“Mirisnya, ada makanan basah yang kalau dimakan saat berbuka tentu sudah basi. Kasihan bagi keluarga yang tidak punya kulkas untuk menyimpannya,” keluh orang tua tersebut sembari menunjukkan foto menu yang diterima.

Menurut analisanya, nilai ekonomi dari menu tersebut jauh di bawah standar yang seharusnya. Dua butir telur rebus diperkirakan seharga Rp5.000–Rp6.000, sementara puding kecil dihargai sekitar Rp3.000–Rp5.000. Artinya, total nilai bahan makanan tersebut hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp11.000, dan dianggap tidak menggugah selera anak-anak.

BACA JUGA:  APBD Batam Tak Cukup, Wali Kota Amsakar Ungkap Jurus Pilih-Pilih Program

Keluhan ini berbanding terbalik dengan aturan yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026, penetapan menu MBG selama Ramadan seharusnya menghindari makanan yang cepat basi dan berpotensi menimbulkan masalah keamanan pangan.