Yuliot menjelaskan, saat ini pemerintah terus menyiapkan lokasi untuk investasi Xinyi. Untuk pelepasan kawasan hutan sudah dilakukan dan ganti rugi kepada masyarakat sudah dilaksanakan.
“Yang di Rempang kan kita lagi menyiapkan lokasinya terlebih dahulu. Untuk lokasi pelepasan kawasan hutannya kan sudah. Ini ada masyarakat yang berkebun di kawasan hutan ini kan harus kita selesaikan. Dan juga sebagian ganti rugi kepada masyarakat itu sudah dilaksanakan,” bebernya.
Menurut Yuliot, yang terpenting dalam investasi adalah bagaimana hal itu berhasil direalisasikan, bukan soal di pemerintahan siapa investasi itu terlaksana. Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Investasi/BKPM untuk melakukan fasilitasi agar rencana investasi bisa diselesaikan.
Dilansir dari keterangan Kementerian Investasi/BKPM, investasi di Pulau Rempang diperkirakan dapat menyerap sekitar 35.000 tenaga kerja. Investasi ini akan berfokus pada pengembangan ekosistem hilirisasi industri kaca panel surya terintegrasi mulai dari pengolahan pasir silika hingga ke pembuatan kaca panel surya dan polisilikon.













