“Kolaborasi menjadi kunci. Kita dorong mitra untuk percepat investasi infrastruktur air bersih. Kita tidak bisa bekerja sendiri, akselerasi di lapangan harus nyata dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain air, isu banjir dan pengelolaan sampah di Batu Ampar menjadi perhatian serius dalam strategi pembangunan tahun ini. Amsakar menyebutkan bahwa sinkronisasi antara pembangunan drainase dan kesadaran pengelolaan sampah di tingkat lingkungan harus berjalan beriringan agar dampak banjir bisa ditekan secara signifikan.
Meski fokus pada pembenahan layanan dasar, Amsakar juga memaparkan data yang menunjukkan bahwa Batam sedang berada di jalur pertumbuhan yang tepat. Beberapa capaian yang diungkap meliputi:
Investasi Melampaui Target: Realisasi mencapai Rp69,3 triliun (115,5% dari target tahunan).
Kesejahteraan Meningkat: Angka kemiskinan turun tajam ke posisi 3,81% dari sebelumnya 4,85%.
Kualitas Manusia: IPM Batam kini berada di angka 98,8, sebuah pencapaian yang sangat tinggi secara nasional.
Sebagai bentuk nyata peningkatan pelayanan publik di tingkat kelurahan, dalam kesempatan tersebut Amsakar juga meresmikan Kantor Lurah Tanjung Sengkuang. Peresmian ini menandai komitmen Pemko Batam untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di gedung yang lebih representatif.













