harris
Breaking NewsHukumLinggaZona Headline

Masyarakat Lingga Minta Pemeriksaan Dugaan Korupsi Dana Bansos Rp 20 Miliar Diseriuskan dan Tidak Dihentikan

410
×

Masyarakat Lingga Minta Pemeriksaan Dugaan Korupsi Dana Bansos Rp 20 Miliar Diseriuskan dan Tidak Dihentikan

Share this article
Masyarakat Lingga Minta Pemeriksaan Dugaan Korupsi Dana Bansos Rp 20 Miliar Diseriuskan dan Tidak Dihentikan
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Lingga – Puluhan masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) menggelar aksi demo didepan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), yang bertujuan agar Kejari Lingga serius dan komit menuntaskan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) yang saat ini tengah diperiksa Kejari Lingga, Senin (4/12/2023).

“Kami bagian dari masyarakat dan pemuda Kabupaten Lingga, mendukung penuh Kejari Lingga untuk menuntaskan isu dugaan dana bansos dan yang menyangkut kerugian anggaran negara senilai Rp 25 miliar,” kata Koordinator aksi, Zulhardi.

BACA JUGA:  Nasib 19 Wanita dan 95 Pria yang Terjaring Operasi Subuh Narkoba di Sei Beduk Batam

Zulhardi juga mengaku, dugaan korupsi bansos yang nilainya hampir Rp 20 miliar ini telah meresahkan masyarakat, khususnya yang dirugikan.

“Kami akan terus mengawal proses hukum kasus ini dan memonitor setiap perkembangan penyelidikan yang saat ini masih berproses di Kejari Lingga. “Kami minta Kejari Lingga serius dan komit megungkap kasus ini,” tegas Zulhardi.

BACA JUGA:  Karhutla Lingga Meluas 32 Hektar, Tim Gabungan Pertaruhkan Nyawa Amankan Kebun Sagu Warga

Sayangnya Kepala Kejari Lingga Rizal Edison yang dikonfirmasi terkait hal ini enggan memberikan komentar.

“Silahkan ke Kasi Pidsus atau ke Kasi Intel saja,” singkat Rizal.

Sayangnya Kasi Pidsus Kejari Lingga Senopati dan Kasi Intel Kejari Lingga Ade Candra belum berhasil dikonfirmasi, seba pesdan WhatsApp yang dikirimkan belum dibalas keduanya, begitu juga panggilan telepon, juga tidak direspon keduanya.

BACA JUGA:  Soroti Listrik Padam di Threads, Warga Batam Fransiska Diperiksa Cyber Crime Polda Kepri