Kepri

Bukan Cuma Asap Kiriman, 4 Wilayah di Kepri Ini Ternyata Simpan Potensi Bahaya Besar Karhutla

3
×

Bukan Cuma Asap Kiriman, 4 Wilayah di Kepri Ini Ternyata Simpan Potensi Bahaya Besar Karhutla

Share this article
Penanganan Karhutla Foto: Ilustrasi (BNPB)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Selama ini, masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) kerap menganggap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekadar masalah “asap kiriman” dari pulau tetangga seperti Sumatera. Namun, pandangan tersebut dinilai keliru dan berisiko memicu bencana besar.

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri memperingatkan bahwa bahaya karhutla justru mengintai dari dalam wilayah Kepri sendiri. Empat daerah di Kepri mencatatkan potensi ancaman kebakaran yang sangat tinggi seiring memasuki puncak musim kemarau.

BACA JUGA:  PWI Kepri Tegaskan, Tak Ada Pembahasan Soal UKW KJK dengan PWI Pusat

Keempat wilayah yang masuk radar bahaya tersebut adalah Kabupaten Lingga, Natuna, Karimun, dan Bintan.

Mengapa 4 Daerah Ini Berstatus Waspada Tinggi?

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari, mengungkapkan bahwa kawasan Lingga, Natuna, Karimun, dan Bintan memiliki bentangan hutan dan lahan yang masih sangat luas.

Aktivitas pembukaan lahan yang tidak terkontrol di empat wilayah ini dinilai menjadi “bom waktu” jika dibiarkan tanpa pengawasan ekstra.

BACA JUGA:  Guna Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Ombudsman Kepri Minta Kepala Daerah Segera Tindak Lanjuti Inpres Nomor 11 Tahun 2026

“Meskipun Batam, Kepri, dan sekitarnya tidak tergolong sebagai kawasan endemik kebakaran, tetapi potensinya sangat tinggi sekali,” ujar Lagat di Batam, Selasa (08/09/2026).

“Kami berharap daerah-daerah seperti Lingga, Natuna, Karimun, dan Bintan ini diberikan perhatian khusus. Mengingat potensi kebakaran terbuka lebar di sana karena area lahan hutan yang masih ada, kami minta tidak ada pembukaan lahan dengan cara membakar untuk sementara waktu mengingat kondisi yang mengkhawatirkan,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Sejumlah Wilayah di Batam Krisis Air, Ombudsman Kepri Sentil PT Air Batam Hilir Soal Respon Lambat