harris
Kepri

Bukan Cuma Asap Kiriman, 4 Wilayah di Kepri Ini Ternyata Simpan Potensi Bahaya Besar Karhutla

72
×

Bukan Cuma Asap Kiriman, 4 Wilayah di Kepri Ini Ternyata Simpan Potensi Bahaya Besar Karhutla

Share this article
Penanganan Karhutla Foto: Ilustrasi (BNPB)
banner 468x60

Peringatan ini semakin mendesak setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan yang menyatakan Indonesia memasuki puncak musim kemarau hingga Oktober mendatang.

Cuaca panas ekstrem secara drastis meningkatkan risiko munculnya titik api (hotspot), baik akibat faktor alam maupun unsur kesengajaan manusia.

Merespons kondisi darurat tersebut, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Karhutla.

BACA JUGA:  Sejumlah Wilayah di Batam Krisis Air, Ombudsman Kepri Sentil PT Air Batam Hilir Soal Respon Lambat

Lewat aturan anyar ini, penegakan hukum bakal diterapkan tanpa toleransi (zero tolerance):

Sanksi tegas menanti perusahaan yang nekat membakar lahan. Pemda diwajibkan menutup seluruh celah aturan yang bisa melegalisasi pembakaran hutan.

Tradisi kearifan lokal dibatasi sangat ketat, maksimal 2 hektar per KK hanya untuk pangan subsisten, wajib membuat sekat bakar, dilarang keras di area gambut, serta dihentikan total saat status Siaga Darurat.

BACA JUGA:  Guna Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Ombudsman Kepri Minta Kepala Daerah Segera Tindak Lanjuti Inpres Nomor 11 Tahun 2026

Pemda dan pemegang izin usaha diwajibkan menyediakan alat berat seperti ekskavator untuk memfasilitasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) bagi warga.

Guna mengantisipasi ancaman di 4 daerah rawan tersebut, Ombudsman Kepri mendesak Gubernur Kepri untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla tingkat provinsi, sekaligus mengordinasikan pembentukan Satgas di tingkat kabupaten dan kota.

BACA JUGA:  Imbas Asap Karhutla, Ombudsman Kepri Desak Sekolah Swasta dan Negeri Wajib BDR