Gudangberita.co.id, Batam – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam mengambil langkah berani untuk memperkuat identitas lokal di tengah gempuran modernisasi.
Ketua Umum LAM Kota Batam, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, menegaskan komitmennya untuk menata ulang seluruh nama ruang publik di Batam agar berbasis sejarah dan budaya Melayu.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengembalikan jati diri Batam sebagai tanah Melayu. Menurut Raja Amin, penamaan jalan, simpang, hingga bundaran bukan sekadar label administratif, melainkan simbol kehormatan atau marwah negeri.
Dalam pernyataannya, Raja Amin secara terbuka menyentil penamaan lokasi yang dianggap tidak memiliki akar historis Melayu. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Simpang Frengky yang berlokasi di pertemuan Jalan Laksamana Bintan dan Jalan Raja Ali Kelana.
“Terus terang, seumur hidup saya tak pernah berjumpa dengan yang namanya Pak Frengky ini,” ujar Raja Amin.
Ia mengusulkan agar nama-nama yang tidak memiliki landasan budaya tersebut segera diganti dengan nama tokoh-tokoh besar Melayu yang berjasa, seperti Raja Ali Kelana, guna memastikan generasi mendatang mengenal pahlawan mereka sendiri.
Selain Simpang Frengky, LAM Batam juga menyoroti fenomena penyebutan simpang di wilayah Bengkong yang menggunakan istilah bernuansa negatif di tengah masyarakat.













