BatamZona Headline

LAM Batam Usulkan Ganti Penyebutan Nama Simpang Frangky, Ternyata Begini Sejarahnya

64
×

LAM Batam Usulkan Ganti Penyebutan Nama Simpang Frangky, Ternyata Begini Sejarahnya

Share this article
Simpang Lampu Merah di Batam ini disebut Simpang Frangky atau Simpang Frengki sejak lama.
Simpang Lampu Merah di Batam ini disebut Simpang Frangky sejak lama.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam secara resmi mengusulkan penataan ulang nama-nama ruang publik di Batam yang dinilai tidak memiliki akar sejarah dan budaya lokal.

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Simpang Frangki, persimpangan padat yang menghubungkan Jalan Laksamana Bintan dan Jalan Raja Ali Kelana.

Ketua Umum LAM Kota Batam, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin, menyatakan bahwa nama-nama jalan dan simpang seharusnya mencerminkan marwah negeri, bukan sekadar label tanpa makna historis.

BACA JUGA:  Efek Perang Iran-AS: Li Claudia Chandra Pimpin Rapat Darurat Amankan Pasokan BBM Batam

Kritik ini mencuat karena identitas “Frangki” dianggap asing bagi budaya Melayu. Raja Amin bahkan sempat berseloroh mengenai sosok di balik nama tersebut. “Terus terang, seumur hidup saya tak pernah berjumpa dengan yang namanya Pak Frengky ini,” ujarnya.

Namun, jika menilik sejarahnya, nama tersebut memang bukan berasal dari nama seorang tokoh. Nama Simpang Frangki justru lahir dari istilah teknis konstruksi, yakni Franki Pile (tiang pancang), yang menumpuk di lokasi tersebut sekitar tahun 1994 untuk proyek pembangunan rumah sakit yang akhirnya terbengkalai.

BACA JUGA:  Dari 'Simpang Bencong' ke Nama Bermarwah: LAM Batam Desak Penataan Ulang Identitas Kota

Karena tumpukan paku bumi tersebut lama menetap di sana, masyarakat setempat secara informal mulai menyebut kawasan itu sebagai “Simpang Franki” untuk memudahkan penunjuk arah.