Gudangberita.co.id, Batam – Wajah pengelolaan sampah di Kota Batam bersiap mengalami transformasi besar-besaran pada 2026. Pemerintah Kota Batam di bawah arahan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, tengah mempercepat skema kerja sama dengan pihak swasta untuk menciptakan sistem tata kelola sampah yang lebih modern, digital, dan terintegrasi.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (1/4/2026), Li Claudia menegaskan bahwa keterlibatan swasta harus dibarengi dengan pembagian peran yang presisi. Ia menuntut agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki indikator kinerja yang terukur dalam mengawasi pelaksanaan teknis di lapangan.
“Jika melibatkan pihak swasta, peran pemerintah harus jelas. Semua harus terukur dan terarah,” tegas Li Claudia Chandra.
Salah satu poin revolusioner dalam transformasi ini adalah rencana penghapusan Tempat Penampungan Sementara (TPS) terbuka. Sebagai gantinya, pemerintah akan beralih ke sistem bak komunal yang lebih tertata untuk menghilangkan kesan kumuh dan bau di titik-titik pembuangan sampah liar.
Langkah ini akan didukung oleh:
Digitalisasi Sistem: Pemantauan dan pengawasan sampah berbasis teknologi untuk meminimalisir sampah liar.
Rehabilitasi Titik Buang: Menutup lokasi pembuangan sampah yang tidak layak dan tidak berizin.













