EkonomiZona Headline

Perang Timur Tengah Memanas, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75% Demi Bentengi Rupiah

39
×

Perang Timur Tengah Memanas, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75% Demi Bentengi Rupiah

Share this article
Bank Indonesia Batam Center. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memburuk dan mengguncang pasar keuangan global, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas untuk menjaga stabilitas perekonomian domestik. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.

Keputusan untuk menahan suku bunga acuan di level terendah sejak tahun 2022 ini diambil sebagai strategi “membentengi” nilai tukar Rupiah dari dampak rambatan memburuknya kondisi global. Selain BI-Rate, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

BACA JUGA:  Kapolresta Barelang "Diberondong" Curhatan Warga Bengkong soal Tabung Gas Raib Sampai Bocah Balap Liar

Gubernur Bank Indonesia menjelaskan bahwa perang di Timur Tengah yang bereskalasi sejak akhir Februari 2026 telah memperburuk prospek ekonomi dunia. Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak global dan mengganggu rantai pasok perdagangan antarnegara, yang pada gilirannya meningkatkan tekanan inflasi global.

Kondisi ini menyebabkan pasar keuangan global mengalami sentimen risk-off. Investor global cenderung menarik modal dari negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, dan mengalihkannya ke aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS. Hal ini tercermin dari pelemahan nilai tukar Rupiah yang tercatat berada di level Rp16.985 per dolar AS pada 16 Maret 2026, melemah 1,29% dibandingkan akhir Februari.