EkonomiZona Headline

Perang Timur Tengah Memanas, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75% Demi Bentengi Rupiah

45
×

Perang Timur Tengah Memanas, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75% Demi Bentengi Rupiah

Share this article
Bank Indonesia Batam Center. (Foto: ist)
banner 468x60

“Keputusan mempertahankan BI-Rate ini adalah langkah pre-emptive untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, serta memastikan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%,” tegas Gubernur BI.

Untuk memperkuat benteng pertahanan Rupiah, Bank Indonesia tidak hanya mengandalkan instrumen suku bunga. BI meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

BACA JUGA:  Skenario Gila Grup C Piala Dunia 2026: Skotlandia Kudeta Puncak Klasemen, Brasil Frustrasi Ditahan Maroko

Lebih lanjut, BI mengumumkan penguatan kebijakan transaksi pasar valas yang akan mulai berlaku April 2026 untuk meredam spekulasi:

Penyesuaian Threshold Beli Valas: Batas tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa dokumen pendukung diturunkan dari USD100 ribu menjadi USD50 ribu per pelaku per bulan.

Peningkatan Threshold DNDF & Swap: Batas transaksi jual DNDF/Forward dan Swap ditingkatkan dari USD5 juta menjadi USD10 juta per transaksi untuk memperdalam pasar.

BACA JUGA:  Strategi TLKM 30 Moncer, Telkom Cetak Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I-2026

BI juga menyesuaikan threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana keluar negeri (outgoing) dalam valas menjadi USD50 ribu, turun dari sebelumnya USD100 ribu, berlaku April 2026.