Gudangberita.co.id, Batam – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan ketersediaan uang kartal bagi masyarakat di 7 kabupaten/kota selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026 aman. BI memproyeksikan kebutuhan uang tunai di wilayah Kepri mencapai Rp2,9 triliun, melonjak signifikan sebesar 38% dibandingkan realisasi tahun 2025.
Peningkatan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang terus membaik serta tingginya mobilitas masyarakat pada momen mudik lebaran tahun ini. Secara nasional, BI memperkirakan kebutuhan uang tunai mencapai Rp185,6 triliun, naik 15,1% dari tahun lalu.
Guna memastikan distribusi uang berjalan lancar, Bank Indonesia meluncurkan rangkaian kegiatan SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri). Mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, program ini fokus pada tiga pilar utama:
- Pemenuhan Kebutuhan Uang: Menjamin ketersediaan uang layak edar dalam jumlah dan pecahan yang sesuai.
- Layanan Kas: Menyediakan titik-titik penukaran uang yang strategis dan mudah dijangkau.
- Edukasi & Komunikasi: Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah selama bulan suci.
Khusus untuk layanan penukaran uang di Kepri, BI menyiapkan dana sebesar Rp94,2 miliar. Angka ini naik drastis sebesar 165,35% dibandingkan realisasi penukaran tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp35,5 miliar.
Masyarakat dapat menukarkan uang mereka melalui beberapa kanal resmi, di antaranya:
- Kas Keliling: Menjangkau tempat-tempat ibadah.
- Penukaran Terpadu: Kerja sama kolektif antara Bank Indonesia dan perbankan.
- Loket Perbankan: Tersedia di seluruh unit/cabang bank di wilayah Kepulauan Riau.
- Stakeholder Utama: Layanan khusus bagi mitra strategis.
Bank Indonesia mengimbau keras masyarakat agar melakukan penukaran uang hanya di tempat resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu dan memastikan keakuratan jumlah uang tanpa dikenakan biaya tambahan.












