BatamHukumLensa ForensikZona Headline

Dibuang Pacar ke Penjara, Janda di Batam Ratapi Nasib Anaknya yang Disabilitas

326
×

Dibuang Pacar ke Penjara, Janda di Batam Ratapi Nasib Anaknya yang Disabilitas

Share this article
Terdakwa Amiroh Shintawati menangis didampingi pengacara di Pengadilan Negeri Batam.
Amiroh Shintawati tak kuasa menahan tangis saat mendengar vonis 6 tahun penjara. Ia memikirkan nasib anaknya yang disabilitas yang kini sebatang kara di Batam. (Foto: Yogi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Penyesalan selalu datang terlambat, dan bagi Amiroh Shintawati alias Shinta, penyesalan itu terasa seperti sembilu yang menyayat hati. Di ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Senin (9/3/2026), janda muda ini harus menerima kenyataan pahit divonis enam tahun penjara.

Namun, bukan dinginnya jeruji besi yang membuat tangisnya pecah tak terkendali. Melainkan kenyataan bahwa ia telah “dibuang” oleh lelaki yang ia cintai ke dalam penjara, meninggalkan anaknya yang disabilitas tanpa pelukan seorang ibu.

BACA JUGA:  Bom Ikan Guncang Perairan Pulau Tiga Natuna: 1 Ton Ikan Ditinggalkan Pelaku, Diduga Kapal Asal Kalbar

Kisah kelam ini bermula dari kata manis. Eben Ezer Silalahi, pria yang dipanggil Shinta dengan sebutan sayang “Bojo”, adalah sosok yang menyeretnya ke dalam lembah hitam. Melalui pesan singkat, Eben membujuk Shinta untuk mencarikan pembeli bagi 10 butir pil ekstasi merah jambu.

Demi rasa cinta dan kepatuhan pada sang pacar, Shinta bergerak. Ia menghubungi kenalannya, mengatur janji, hingga akhirnya ia berdiri menunggu di depan sebuah ruko di Bengkong pada dini hari Juni 2025. Namun, bukan uang yang ia terima, melainkan borgol polisi yang mengunci pergelangan tangannya.

BACA JUGA:  PT CSA Akui Gilas Sagu Warga Pekaka, Janjikan Kompensasi Usai Ditekan Pemerintah

Ironisnya, saat vonis dibacakan, terungkap fakta yang menyesakkan: Eben, sang otak yang mengajaknya, justru divonis lebih ringan, yakni lima tahun enam bulan penjara. Sementara Shinta, sang janda yang hanya menuruti perintah, harus mendekam lebih lama.