KarimunNarkoba

Lolos X-Ray Pelabuhan Karimun 4 Kali, Kurir Sabu Internasional Asal Malaysia Akhirnya Tumbang di Hotel

71
×

Lolos X-Ray Pelabuhan Karimun 4 Kali, Kurir Sabu Internasional Asal Malaysia Akhirnya Tumbang di Hotel

Share this article

Modus lilit badan, pelaku penyelundupan sabu 775 gram dari Malaysia lolos dari X-Ray Pelabuhan Karimun.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stefani menunjukkan barang bukti kasus narkoba.
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stefani menunjukkan barang bukti kasus narkoba.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Karimun – Sistem pengamanan di pintu masuk internasional kembali menjadi sorotan tajam. Seorang kurir narkoba jaringan internasional berinisial RN, sukses melenggang bebas melewati pemeriksaan X-Ray di pintu kedatangan Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun meski membawa ratusan gram sabu di badannya.

Nahas bagi pelaku, sepandai-pandainya melompat, pelariannya kandas juga. RN tak berkutik saat dibekuk oleh jajaran Satresnarkoba Polres Karimun di salah satu kamar hotel tempatnya menginap pada Rabu, 24 Juni 2026.

BACA JUGA:  Dituduh Terlibat Jaringan Narkotika, Andi Morena Resmi Laporkan Akun Medsos ke Polda Kepri

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu siap edar dengan berat total 775,1 gram.

Modus Lilit Badan dan Sudah Lolos 4 Kali

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengungkapkan bahwa RN membawa barang haram tersebut langsung dari Malaysia dengan menumpang kapal penumpang resmi.

Untuk mengelabui petugas pelabuhan, pelaku menggunakan modus konvensional namun nekat, yaitu melilitkan paket sabu di sekeliling tubuhnya.

BACA JUGA:  Gurita Bisnis Narkoba THM Planet Batam: Edarkan Puluhan Ribu Ekstasi, Aset Mewah Disita

Tragisnya, sistem deteksi di pelabuhan resmi tersebut terbukti kebobolan. Berdasarkan pengakuan mengejutkan dari pelaku saat diinterogasi, aksi nekat ini bukan yang pertama kalinya.

“Tersangka RN membawa sabu dari Malaysia ke Tanjung Balai Karimun dengan cara dililitkan di tubuhnya. Dia masuk melalui jalur resmi dan terhitung sudah 4 kali lolos tidak terdeteksi oleh mesin X-Ray di Pelabuhan,” ungkap AKBP Yunita Stevani dalam konferensi persnya.

BACA JUGA:  Jejak Kapal Misterius Terhenti di Anambas, 800 Kg Narkoba senilai Rp1,28 Triliun Gagal Beredar