NatunaZona Headline

Kepulauan Natuna Jadi Lumbung Ekspor Ikan, Tapi Kas Daerah Kering Kerontang

1101
×

Kepulauan Natuna Jadi Lumbung Ekspor Ikan, Tapi Kas Daerah Kering Kerontang

Share this article

BNPP Soroti Dugaan Kebocoran di Perbatasan Natuna: Ekspor Ikan Tak Untungkan Daerah

Nur Kholis pokli BNPP bersama Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan berbagai bentuk kebocoran di wilayah perbatasan, salah satunya di Kabupaten Natuna.

Masalah ekspor hasil laut yang tidak memberi dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan serius dalam forum diskusi BNPP bersama Pemkab Natuna, pekan lalu.

BACA JUGA:  Kasus Pembobolan Toko Emas di Natuna, Pelaku Mendadak 'Amnesia' Saat Rekonstruksi, Ada Hubungan Apa dengan Wanita Penadah?

Nur Kholis, Kelompok Ahli BNPP, menyatakan bahwa persoalan kebocoran, baik dari segi pengawasan, tata kelola ekspor, hingga keberanian aparat, menjadi tantangan besar dalam menjaga integritas perbatasan Indonesia.

“Kita semua tahu kebocoran adalah masalah besar. Maka dari itu, harus ada upaya konkret untuk menguranginya, bahkan menghentikannya sama sekali,” tegasnya dalam forum yang digelar di Kantor Bupati Natuna.

BACA JUGA:  Cegah Kebijakan "Asal Bapak Senang", Pemkab Natuna Perkuat Akurasi Data hingga Tingkat Desa

Persoalan kebocoran bukan hanya menyangkut keamanan, tapi juga berdampak pada hilangnya potensi pendapatan daerah dari sumber daya laut. Ekspor ikan hidup seperti Napoleon dan kerapu ke Hongkong yang berlangsung lewat Pulau Sedanau, menurut Kepala Dinas Perikanan Natuna Hadi Suryanto, tidak memberikan kontribusi retribusi apa pun ke kas daerah.

“Ekspor ikan hidup masuk dalam kategori PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan sepenuhnya dikelola pemerintah pusat. Daerah tidak menerima retribusi dari kegiatan ini,” jelas Hadi.