Natuna

Tangisan Rangga: Kehilangan Ibu di Usia Belia, Misteri Kematian Dewi Angelina di Natuna

4819
×

Tangisan Rangga: Kehilangan Ibu di Usia Belia, Misteri Kematian Dewi Angelina di Natuna

Share this article
Ilustrasi
banner 468x60

AIR MATA tak pernah berhenti mengalir di pipi kecil Rangga (12). Dalam hitungan detik, hidupnya berubah selamanya. Pada pagi yang dingin di kamar kontrakan sederhana, Selasa (7/1/2025), Rangga menemukan ibunya, Dewi Angelina (31), terbujur kaku di atas tempat tidur. Wajah ibu yang biasanya penuh kasih kini membiru, tanpa ada lagi senyum yang menenangkan hati.

BACA JUGA:  "Kasihan yang Tak Punya Kulkas," Curhat Pilu Orang Tua di Natuna Lihat Menu MBG Anaknya

“Ibu… bangun, Bu…,” bisik Rangga, suaranya lirih, penuh harap. Tapi tubuh ibunya tetap diam. Rangga mengguncang perlahan, lalu menangis sejadi-jadinya. Tangis itu pecah, memanggil nama ibu yang sudah tidak bisa lagi menjawab.

Pagi itu, dunia Rangga dan dua adiknya runtuh.

Dewi Angelina bukan hanya seorang ibu; ia adalah segalanya bagi Rangga dan adiknya. Seorang perempuan tangguh yang menghidupi keluarganya seorang diri. Walau kerap mendapat pandangan sinis karena pekerjaan sebagai freelance di tempat hiburan, di tengah segala keterbatasan, Dewi selalu memastikan anak-anaknya tidak merasa kekurangan cinta.

BACA JUGA:  Cegah Kebijakan "Asal Bapak Senang", Pemkab Natuna Perkuat Akurasi Data hingga Tingkat Desa

“Malam itu, terakhir kali aku lihat ibu, dia sehat,” kenang Rangga. Tidak ada tanda-tanda perpisahan. Tapi pada pagi yang kelabu itu, Rangga harus menerima kenyataan pahit bahwa sang ibu telah pergi untuk selamanya.

Dewi adalah malaikat yang tidak pernah menyerah. Ia bekerja keras siang dan malam, memastikan Rangga dan adik-adiknya tetap bersekolah. Namun kini, malaikat itu telah pulang ke pangkuan Sang Khalik, meninggalkan anak-anak yang masih sangat membutuhkan pelukannya.