Jenazah Dewi dikebumikan di kampung halamannya, Segeram, Kecamatan Bunguran Barat, pada Rabu siang. Isak tangis keluarga dan tetangga mengiringi kepergian perempuan yang begitu dicintai itu.
“Dia adalah perempuan yang tabah dan penyayang. Tidak ada yang menyangka akan begini cepat kepergiannya,” ujar Murina Wati, ibu angkat Dewi.
Misteri di Balik Kepergian
Kepergian Dewi yang mendadak meninggalkan banyak tanya. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kematiannya. Otopsi telah dilakukan di RSUD Kabupaten Natuna, tetapi hasilnya belum diumumkan.
Tetangga dan kerabat terus berharap ada titik terang. “Kami hanya ingin keadilan untuk Dewi. Dia tidak pantas pergi dengan cara seperti ini,” kata seorang tetangga.
Namun, di tengah misteri, fokus utama tetap pada ketiga anak Dewi yang kini harus menjalani hidup tanpa kehadiran ibu mereka.
Kini, Rangga dan adiknya diasuh oleh kakek dan nenek mereka di Segeram. Meski keluarga besar telah berjanji untuk merawat mereka dengan penuh cinta, masa depan mereka tetap penuh tantangan.
Di balik awan duka, harapan kecil masih ada. Masyarakat dan Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Natuna berupaya memberikan dukungan untuk mereka, agar tidak tumbuh tanpa kasih dan perhatian.













