BatamSingapuraZona Headline

Manuver Berbahaya Coast Guard Singapura, HNSI Kepri: ‘Bagaimana Kalau Nelayan Mati?

747
×

Manuver Berbahaya Coast Guard Singapura, HNSI Kepri: ‘Bagaimana Kalau Nelayan Mati?

Share this article
Kapal patroli Marine Police Singapura mengintimidasi nelayan Belakang Padang, Kota Batam, saat memancing ikan di Pulau Nipah (Foto: tangkapan layar video viral)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyesalkan tindakan Singapore Police Coast Guard (PCG) yang dianggap arogan dan membahayakan keselamatan nelayan Indonesia di perbatasan Pulau Nipah, Kota Batam.

Insiden ini terjadi pada 24 Desember 2024, di mana kapal patroli PCG melakukan manuver berbahaya yang hampir menelan korban jiwa.

BACA JUGA:  Siapa Ayu Aulia? Intip Profil Mantan Model Dewasa yang Kini Terang-terangan Sebut Bupati Bintan: Roby Kurniawan Kamu Jahat!

Ketua HNSI Kepri, Distrawandi, menyatakan ketidakpuasannya terhadap pernyataan resmi Singapore Police Force (SPF) yang menyebut tindakan PCG sebagai langkah profesional dalam menjaga perbatasan.

Menurut Wandi, penjelasan tersebut mengabaikan fakta utama, yakni ancaman keselamatan yang dialami oleh nelayan Batam.

“Bagaimana kalau nelayan itu terkena baling-baling kapal mereka dan meninggal, siapa yang bertanggung jawab?” ujar Wandi dengan nada geram pada Sabtu (4/1/2025).

BACA JUGA:  Prediksi Timnas Indonesia vs Oman FIFA Matchday 2026: Tanpa Jay Idzes, John Herdman Siapkan Kejutan Debut Mathew Baker

Menurutnya, jika memang ada pelanggaran wilayah, Singapura seharusnya mengambil langkah hukum yang tegas, bukan melakukan manuver yang membahayakan nyawa nelayan tradisional.

Video insiden tersebut yang sempat viral di media sosial memperlihatkan kapal patroli Singapura menciptakan ombak besar yang menghantam kapal nelayan Indonesia. Dalam video tersebut, seorang nelayan terlihat tercebur ke laut, namun beruntung berhasil diselamatkan.