NatunaZona Headline

57 Keluarga Batu Kapal Akhirnya Punya Rumah Layak: Haru Menyambut Relokasi ke Kampung Puak

65
×

57 Keluarga Batu Kapal Akhirnya Punya Rumah Layak: Haru Menyambut Relokasi ke Kampung Puak

Share this article
Bupati Natuna, Cen Sui Lan meresmikan rumah baru warga yang direlokasi dari permukiman kumuh di Batu Kapal, Ranai. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Tawa kecil Fikri (5) biasanya menjadi musik sore di pesisir Batu Kapal. Ia berlari di celah-celah batu besar, bermain di pinggir aliran sungai kecil yang selama bertahun-tahun menampung limbah rumah tangga. Di situlah ia dan puluhan anak lain tumbuh di tengah kawasan kumuh yang telah menjadi rumah, halaman, dan dunia kecil mereka.

BACA JUGA:  Ekonomi RI Tumbuh 5,39%: Apa Dampaknya Bagi Lapangan Kerja dan Kantong Warga di Tahun 2026?

Hari itu, semua berubah. Tawa itu masih ada, tetapi bernada berbeda—campuran haru, syukur, dan lega. Fikri dan 56 keluarga lainnya resmi meninggalkan rumah-rumah tak layak huni di Batu Kapal untuk sebuah awal baru: hunian kopel tipe 36 di Perumahan Kampung Puak.

Minggu (23/11/2025), suasana di perumahan baru itu sulit digambarkan dengan kata-kata. Puluhan warga Batu Kapal terlihat berkaca-kaca ketika satu per satu nama mereka dipanggil untuk menerima sertifikat rumah, dokumen yang selama ini hanya menjadi mimpi.

BACA JUGA:  Geger! Nelayan Anambas Temukan Objek Diduga Bangkai Pesawat China Terapung di Laut

Di antara mereka, Ujang tak mampu menahan getar suaranya.

“Terima kasih, Bu Bupati… kami tak ada kata-kata lagi,” ujarnya, menahan haru.

Rumah-rumah dengan cat baru yang masih beraroma segar menjadi saksi bagaimana mimpi puluhan keluarga akhirnya menjelma nyata. Banyak warga menunduk, menyeka air mata, bahasa kelegaan yang tak butuh terjemahan.