Peresmian perumahan dilakukan oleh Cen Sui Lan, mantan anggota DPR RI yang kini menjadi Bupati perempuan pertama Natuna. Ia beberapa kali menghentikan sambutannya karena ikut larut dalam suasana haru.
“Saya sangat terharu. Saya lebih bahagia lagi melihat Bapak dan Ibu bisa menerima dan menempati hunian yang layak,” ujarnya.
Setelah seremoni, Bupati Cen turun langsung meninjau rumah-rumah, masuk ke beberapa unit, memastikan kelengkapan, bahkan makan bersama warga. Di tangan para penerima manfaat, kunci rumah digenggam erat seolah mereka takut semuanya hanya mimpi.
Nilai Investasi: Rp150 Juta per Unit, Fondasi Kehidupan Baru
Rumah-rumah kopel tipe 36 itu dibangun menggunakan platform anggaran Rp150 juta per unit. Lebih dari sekadar bangunan, program ini menjadi bagian dari intervensi nyata negara untuk memastikan masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh mendapatkan hak atas tempat tinggal yang aman, sehat, dan manusiawi.
Bupati Cen menegaskan bahwa upaya penyediaan rumah layak tidak berhenti di sini.
“Inilah bentuk hadirnya negara. Kita pastikan mereka yang harus dibantu, benar-benar terbantu,” tegasnya.
Hari itu, Kepulauan Natuna tidak hanya menyaksikan relokasi permukiman kumuh Batu Kapal. Ia menyaksikan lahirnya harapan. Harapan bahwa anak-anak seperti Fikri dapat tumbuh tanpa bermain di antara limbah, harapan bahwa keluarga-keluarga yang dulu hidup tanpa kepastian tanah kini bisa tidur dengan tenang, harapan tentang kesetaraan akses bagi warga terpencil.













