Kehadiran polisi berseragam lengkap di tengah malam itu sempat menarik perhatian, namun tujuannya murni untuk membantu warga yang sedang “terzhalimi” oleh pintu rumahnya sendiri.
“Petugas berinisiatif memanggil orang yang berada di dalam rumah tersebut. Tak lama kemudian, seorang asisten rumah tangga keluar dan membukakan pintu,” tulis laporan resmi kepolisian.
Ternyata, penyebab Syafrianshah terkunci bukan karena masalah kriminal, melainkan murni karena komunikasi yang terputus dengan orang di dalam rumah. Berkat bantuan mediasi dari petugas, Syafrianshah akhirnya bisa masuk ke rumah tanpa harus tidur di teras atau mencari hotel dadakan.
Meski tidak ada unsur pidana, kehadiran personel Polsek Lubuk Baja di lokasi memberikan rasa aman bagi korban dan warga sekitar. Polisi juga memberikan imbauan agar ke depannya lebih berhati-hati dan memastikan akses masuk tetap aman sebelum bepergian hingga larut malam.













