Sebelumnya pencemaran limbah di perairan dan pantai Nongsa ini diduga akibat kebocoran kapal tanker MT Pablo yang mengalami kebakaran di perairan lepas pantai Malaysia. Namun hal itu baru sebatas dugaan, karena belum ada laporan mengenai minyak di tanker itu yang bocor.
Selain itu, pemerintah dalam hal ini Pemprov Kepri dan Pemko Batam juga turut membantu para nelayan selama proses pemulihan limbah di laut. Proses ini bisa memakan waktu sebulan, sehingga diperlukan dukungan dari pihak terkait agar para nelayan bisa kembali bekerja.
Dampak dari pencemaran limbah tersebut tidak hanya mempengaruhi kehidupan para nelayan, tetapi juga berdampak pada kawasan wisata yang terdampak.













