BatamBreaking NewsKepriZona Headline

Wahyu Wahyudin: Kepri Perlu Alat Canggih Pantau Pembuangan Limbah Ilegal di Laut

204
×

Wahyu Wahyudin: Kepri Perlu Alat Canggih Pantau Pembuangan Limbah Ilegal di Laut

Share this article
Petugas KKP tengah mengambil sampel limbah minyak hitam di perairan Nongsa pada 2019 lalu. Kini limbah serupa juga menghampiri kawasan Nongsa. (Foto: ist)
banner 468x60

Sebelumnya pencemaran limbah di perairan dan pantai Nongsa ini diduga akibat kebocoran kapal tanker MT Pablo yang mengalami kebakaran di perairan lepas pantai Malaysia. Namun hal itu baru sebatas dugaan, karena belum ada laporan mengenai minyak di tanker itu yang bocor.

Selain itu, pemerintah dalam hal ini Pemprov Kepri dan Pemko Batam juga turut membantu para nelayan selama proses pemulihan limbah di laut. Proses ini bisa memakan waktu sebulan, sehingga diperlukan dukungan dari pihak terkait agar para nelayan bisa kembali bekerja.

BACA JUGA:  Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Data AS Jadi Pemicu

Dampak dari pencemaran limbah tersebut tidak hanya mempengaruhi kehidupan para nelayan, tetapi juga berdampak pada kawasan wisata yang terdampak.