Gudangberita.co.id, Batam – Konflik terkait proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City kembali mencuri perhatian. Salah satu fakta yang mencengangkan adalah hancurnya posko tempat anak-anak belajar mengaji akibat penyerangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Pulau Rempang, Kampung Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Selasa (17/12/2024) malam – Rabu (18/12/2024) dini hari.
Posko ini, yang juga menjadi tempat zikir dan aktivitas keagamaan, menjadi korban dalam eskalasi konflik yang melibatkan masyarakat lokal, PT Makmur Elok Graha (MEG), dan pemerintah.
Tempat Belajar Anak-Anak Hancur
Penyerangan terjadi tak lama setelah warga menahan seorang petugas PT MEG yang diduga merusak spanduk penolakan proyek Rempang Eco City. Kelompok OTK datang dengan lori dan menyerang tiga posko, termasuk posko Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor yang biasa digunakan sebagai tempat mengaji anak-anak.
“Hancur semua, bahkan ada bercak darah di sini. Padahal ini tempat anak-anak belajar mengaji setiap hari. Tidak pernah ada masalah sebelumnya,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Spanduk posko LBH GP Ansor yang berlatar hijau juga dirusak dalam serangan tersebut. Selain itu, kendaraan milik warga di sekitar lokasi ikut dihancurkan oleh pelaku.













