Gudangberita.co.id, Lingga – Malam di TPU Telek, Dabo Singkep, Kamis (30/4) menyisakan potret pilu yang menyayat hati. Usai menjalani autopsi panjang selama hampir dua jam, jenazah Safitri Yana (25), wanita yang lebih dikenal dengan nama Diana, akhirnya dihantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
Namun, pemandangan di liang lahat sungguh menyesakkan. Di tengah kerumunan puluhan warga yang datang karena rasa penasaran, hany ada enam orang bapak-bapak yang berdiri tegap menyalatkan jenazahnya di area pemakaman. Sebuah penghormatan terakhir yang terasa sunyi bagi wanita yang ditemukan tewas mengenaskan tersebut.
Di balik kasus yang menggemparkan Kabupaten Lingga ini, terungkap sisi lain kehidupan korban yang selama ini tersembunyi. Seorang rekan masa kecil korban di Kijang, tak kuasa menahan sedih mendengar kabar kematian sahabatnya.
“Kami mengenalnya sebagai Fitri, itu nama aslinya di Kijang. Kami berteman sejak kecil. Dia anak baik,” ucap rekan tersebut, kepada Gudangberita.
Menurutnya, Fitri atau Diana adalah seorang yatim piatu yang kedua orang tuanya telah tiada. Jika di masa lalu ia dikenal bekerja di sebuah kafe hiburan, belakangan tetangga mengenal Diana sebagai ibu rumah tangga biasa yang fokus mengurus rumah kontrakan mereka di kawasan Setajam. Ia pun lebih sering memakai hijab.













