Kronologi Penyerangan
Peristiwa ini diduga merupakan aksi balasan atas insiden sebelumnya. Seorang warga Sembulang menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika warga memergoki beberapa orang yang diduga petugas PT MEG sedang merusak spanduk penolakan proyek. Salah satu pelaku, berinisial RR (20), terjatuh ke jurang saat mencoba melarikan diri dan kemudian diamankan warga.
Barang bukti berupa kartu identitas RR, ID card berlogo Artha Graha, ponsel, senter, dan tiga cutter disita oleh warga. RR yang terluka dibawa ke salah satu posko untuk menunggu pihak PT MEG datang mengambilnya.
Namun, suasana berubah menjadi mencekam ketika sekelompok massa mendatangi Kampung Sembulang dan menghancurkan posko-posko tersebut.
Abu Bakar, salah satu warga yang menjadi saksi mata, menceritakan bagaimana dirinya sempat diancam dengan parang oleh salah satu pelaku.
“Saya sedang duduk di posko sambil minum kopi, tiba-tiba mereka datang dan langsung menyerang. Parang ditempelkan ke leher saya, lalu mereka bertanya apakah saya ikut dalam insiden sebelumnya. Saya hanya bisa bilang bahwa saya ini orang tua yang sakit stroke. Akhirnya, mereka menyuruh saya pergi,” ujar Abu Bakar.
Namun, motor miliknya tidak luput dari amukan massa dan dihancurkan bersama kendaraan lain di sekitar lokasi.













