Kepada pejabat strategis itu, Cen Sui Lan menegaskan bahwa program cetak sawah baru harus diprioritaskan untuk wilayah terdepan NKRI, khususnya Midai dan Natuna.
“Midai, Natuna,” ucapnya singkat, sambil berdiri tepat di atas tanah yang direncanakan menjadi sentra baru produksi pangan pulau perbatasan.
Bagi warga pulau terluar, kehadiran sawah baru bukan sekadar infrastruktur pertanian. Ini adalah jaminan masa depan, ketahanan pangan, pengurangan ketergantungan logistik, serta tanda nyata kehadiran negara di batas paling utara Indonesia.
Gerak cepat Bupati Natuna memulai koordinasi dari lapangan, menyambungkan persoalan lokal ke DPR RI, lalu diteruskan langsung ke Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa Midai kini menjadi bagian penting dalam peta strategi pangan nasional.
Dari sebuah panggilan video di pulau perbatasan, lahir proses kebijakan yang bisa mengubah masa depan pangan ribuan warga.













