NusantaraZona Headline

Terungkap: 5 Fakta Mengerikan Kasus Serial Killer Mahasiswi di Padang, Pelaku Sempat Mutilasi dan Buang ke Sumur

725
×

Terungkap: 5 Fakta Mengerikan Kasus Serial Killer Mahasiswi di Padang, Pelaku Sempat Mutilasi dan Buang ke Sumur

Share this article
Pria pelaku pembunuhan dan mutilasi yang hebohkan warga sekitar Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar ditangkap. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Padang – Kasus pembunuhan sadis yang mengguncang Sumatera Barat akhirnya menemui titik terang. Seorang pria bernama Satria Johanda alias Wanda (25) ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan berantai terhadap tiga mahasiswi di Padang.

Tak hanya membunuh, salah satu korbannya bahkan dimutilasi dan potongan tubuhnya disebar di dua kabupaten.

Berikut 5 fakta mengejutkan dari kasus ini yang menyita perhatian publik:

  1. Korban Terbaru Dimutilasi Jadi 10 Bagian dan Dibuang Terpisah
BACA JUGA:  Dihantam Puting Beliung, Sejumlah Rumah Pelantar di Tanjung Kelit Lingga Rusak Parah

Mahasiswi berusia 25 tahun, Septia Adinda, menjadi korban terbaru pelaku. Potongan tubuhnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh tanpa kepala, kaki, dan tangan.

Potongan tubuh ditemukan di Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, sementara kepala korban ditemukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Padang Sarai, Kota Padang, dengan jarak sekitar 6 kilometer dari tubuhnya.

BACA JUGA:  Plh Wali Kota Batam Li Claudia: Jangan Jadikan Pancasila Cuma Hafalan, Kebijakan Publik Harus Adil

Pelaku mengaku memutilasi korban menjadi 10 bagian sebelum membuangnya di sejumlah titik dengan kantong terpisah.

  1. Motif Pembunuhan: Utang Piutang

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menyebutkan bahwa pembunuhan dipicu oleh masalah utang.

Septia diketahui sempat berkomunikasi dengan temannya soal pengajuan pinjaman bank Rp 20 juta. Pelaku mengaku korban memiliki utang yang tak bisa dibayar.

BACA JUGA:  Kasus 2 Ton Sabu MT Sea Dragon: Dua Pelaut Indonesia Ajukan Kasasi, Klaim Jadi Korban Jaringan Internasional

“Motifnya adalah karena masalah pinjam uang. Saat ditagih, tidak bisa bayar,” kata Kapolres.