Gudangberita.co.id, Padang — Banjir besar yang menerjang Kota Padang akibat cuaca ekstrem mulai surut, Sabtu (29/11/2025). Namun penderitaan warga belum berakhir. Di berbagai titik, terutama kawasan perumahan, rumah-rumah warga masih dipenuhi lumpur tebal sementara pasokan air bersih belum juga kembali mengalir.
Di Perumahan Taruko, Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, warga menghadapi situasi berat. Lumpur tebal memenuhi semua ruangan rumah, mengering dan mengeras. Ironisnya, air PDAM yang dibutuhkan untuk membersihkan rumah justru mati total.
“Air masih mati. Lumpurnya tebal, kami tak bisa bersihkan rumah. Mau mulai dari mana?” keluh Kurnia, warga setempat yang sejak 25 tahun terakhir baru mengalami banjir setinggi ini.

“Banjirnya hampir sepinggang orang dewasa. Belum pernah parah seperti ini,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut bencana hidrometeorologi ini memukul keras infrastruktur air bersih kota. Hujan ekstrem dan banjir merusak delapan intake Perumda Air Minum (AM).
“Ada delapan intake Perumda AM yang rusak. Sekitar 100.000 pelanggan terdampak dan tidak mendapat air bersih,” jelas Hendri.
Perbaikan sedang dilakukan, namun belum ada kepastian kapan keran air kembali hidup. Banyak warga akhirnya memilih cara apa pun untuk bertahan.













