NusantaraZona Headline

Rumah Dipenuhi Lumpur, Air Tak Mengalir: Derita Warga Padang Belum Berakhir

27
×

Rumah Dipenuhi Lumpur, Air Tak Mengalir: Derita Warga Padang Belum Berakhir

Share this article
Kondisi rumah warga di Perumahan Taruko, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Padang dipenuhi lumpur usai diterjang banjir parah akibat cuaca ekstrem.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Padang — Banjir besar yang menerjang Kota Padang akibat cuaca ekstrem mulai surut, Sabtu (29/11/2025). Namun penderitaan warga belum berakhir. Di berbagai titik, terutama kawasan perumahan, rumah-rumah warga masih dipenuhi lumpur tebal sementara pasokan air bersih belum juga kembali mengalir.

Di Perumahan Taruko, Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, warga menghadapi situasi berat. Lumpur tebal memenuhi semua ruangan rumah, mengering dan mengeras. Ironisnya, air PDAM yang dibutuhkan untuk membersihkan rumah justru mati total.

Baca Juga:  Tol Laut Terhenti, Natuna Siaga Krisis Logistik! Bupati Cen Sui Lan Langsung Bergerak ke Jakarta

“Air masih mati. Lumpurnya tebal, kami tak bisa bersihkan rumah. Mau mulai dari mana?” keluh Kurnia, warga setempat yang sejak 25 tahun terakhir baru mengalami banjir setinggi ini.

Lumpur tebal memenuhi jalan di Perumahan Taruko, Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sabtu (29/11/2025).

“Banjirnya hampir sepinggang orang dewasa. Belum pernah parah seperti ini,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut bencana hidrometeorologi ini memukul keras infrastruktur air bersih kota. Hujan ekstrem dan banjir merusak delapan intake Perumda Air Minum (AM).

Baca Juga:  Telkom Resmikan neuCentrIX Jayapura, Perkuat Kedaulatan Digital dan Ekonomi Papua di Era Industri 5.0

“Ada delapan intake Perumda AM yang rusak. Sekitar 100.000 pelanggan terdampak dan tidak mendapat air bersih,” jelas Hendri.

Perbaikan sedang dilakukan, namun belum ada kepastian kapan keran air kembali hidup. Banyak warga akhirnya memilih cara apa pun untuk bertahan.