Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam program Power Lunch CNBC Indonesia, Jumat (15/9/2023) telah mengungkapkan manfaat terbangunnya Rempang Eco City bagi masyarakat sekitarnya yang terdampak pembangunan, menurut Rudi akan cukup banyak. Pertama, jumlah penyerapan tenaga kerjanya dari khusus wilayah Rempang dan Galang termasuk wilayah Belakang Padang akan mencapai 30 ribu orang.
“Kita sudah sepakat dengan PT MEG tenaga kerjanya dididik dari sekarang, karena kalau Xinyi bangun pabrik kaca mulai hari ini, maka mungkin 2-3 tahun ke depan baru selesai dari pelabuhan sampai dengan bangunannya. Maka, kita masih punya waktu untuk didik anak-anak kita,” ujar Rudi.
BP Batam pun menurutnya sudah menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi di Batam, satu Politeknik Batam, dan dua Universitas Ali Haji supaya membuka fakultas khusus yang dibutuhkan oleh perusahaan yang akan berinvestasi, sehingga bisa menjadi tenaga kerja di sana. BP Batam pun juga akan membangun sekolah vokasi setara SMK di wilayah masyarakat yang terdampak pembangunan Rempang Eco City.
Jumlah masyarakat yang terdampak pembangunan Rempang Eco City seluas 2.000 ha itu sebanyak 700 KK yang berasal dari tiga kampung, yakni Kampung Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung, dan Pasir Panjang, meski kini yang terdampak bertambah menjadi 900 KK. Mereka pun akan direlokasi ke sebuah kampung baru bernama Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City dengan mendapat rumah type 45 dan lahan seluas 500 m2.













