“Intinya dari tenaga kerja saja mereka sudah dapat hasilnya, dan kedua jumlah tenaga kerja awalnya saja 30 ribu, maka hasil nelayan mereka bisa digunakan untuk daerah situ saja sehingga mereka tak perlu jauh-jauh jual hasilnya, mereka cukup di situ saja,” tutur Rudi.
Menurut Rudi, masyarakat Rempang dan Batang juga tentu akan semakin melek teknologi, karena perusahaan bertaraf internasional seperti Xinyi tentu akan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mengoperasikan perusahaannya.
“Minimal kita bodoh pun kalau bergabung dengan orang pintar kita bisa jadi pintar. Kita harap warga Rempang-Galang sekitarnya yang mungkin hari ini kita semua tahu di sekitar pulau sana tidak tersentuh dan tidak terbangun kita harap dengan perusahan ini masuk banyak orang masuk ke sana dan pasti bisa bertukar ilmu,” ungkapnya.













